BPJS Kesehatan ; Bersama Membangun Indonesia Sehat

Kesehatan merupakan keadaan dimana seseorang sehat dalam keadaan jasmani dan rohani, serta kesehatan menggambarkan bahwa mereka hidup sejahtera, dan jika masyarakat di suatu daerah ataupun Negara terjamin kesehatan dan mutunya, maka Negara tersebut dikatakan makmur. Dengan kesehatan kita dapat menjalankan perintah Tuhan Yang Maha Esa dan menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam menjamin masyarakat hidup sehat dan makmur, Negara perlu lembaga atau suatu kelompok kesehatan yang membatu masyarakat untuk hidup sehat. Lembaga tersebut harus memberikan mutu yang berkualitas dengan sebaik-baiknya. Menurut  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO, 2010), mendorong seluruh negara  mengembangkan jaminan kesehatan untuk semua penduduknya (Universal Health Coverage) adalah hal yang esensial.

Di Indonesia, pada tanggal 1 Januari 2014 telah didirikan suatu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan yang selaras dengan tujuan Organisasi Kesehatan Dunia dalam mengembangkan jaminan kesehatan untuk semua penduduk. BPJS Kesehatan ini merupakan badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program kesehatan (Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014).

Zeithaml et al (dalam Rangkuti, 2006) menyatakan bahwa pelayanan yang bermutu terbentuk dari lima dimensi Service Quality (Servqual) yaitu, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, dan bukti fisik (Rangkuti, 2006). Dan banyaknya pasien pengguna BPJS kesehatan dan tidak mengerti bagaimana cara penggunaanya dan terlebih lagi terdapat banyak keluhan tentang pelayanan pasien pengguna BPJS karena tidak terawat dengan baik, dan tidak mendapat pelayanan dengan baik. (Syaputra, 2015)

Dikalangan masyarakat masih sangat minim pengetahuan dan banyak muncul persepsi yang kurang baik dan minimya penyuluhan tentang BPJS kesehatan ini sendiri dan banyak dari masyarakat juga kurang memahami kesehatannya sendiri bila mereka sudah terjatuh sakit barulah mereka membuat BPJS kesehatan sedangkan BPJS itu sendiri tidak bisa dipakai saat itu juga, dan kenyataan lainnya tidak semua masyarakat memilikinya dan hanya masyarakat yang tahu dan menyadari bahwa kesehatan itu penting oleh karenanya mereka membuat BPJS kesehatan.(Rumengan, Umboh and Kandou, 2015)

BPJS itu sendiri bisa jadi terpengaruh dari pelayanan Puskesmas sekitar jika saja puskesmas tersebut memberikan pelayanan yang baik maka masyarakat akan semakin tertarik untuk menggunakan BPJS dan semakin banyak masyarakat Indonesia yang sehat. Dan banyak masyarakat yang mengeluh bahwa pelayanan Puskesmas tidak bagus dan tidak memuaskan serta banyak yang mengeluh sering terjadi salahnya pemberian obat sehingga mengharuskan masyarakat berobat kembali. Terkadang juga hubungan pemeriksa dan pasien kurang baik sehingga terjadinya keluhan pada pasien sehingga merasa tidak nyaman (Syaputra, 2015)

Peserta BPJS kesehatan berdasarkan UU terbagi dua yakni Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan Bukan Penerima Bantauan Iuran (Bukan PBI). Peserta BPJS yang tergolong PBI adalah masyarakat yang tergolong fakir miskin atau keluarga Rumengan, Umboh dan Kandou, Faktor-faktor yang Berhubungan dengan  90 miskin dan tidak mampu. Jumlah peserta BPJS secara nasional yang terdata pada Januari 2014 adalah sebanyak 116.122.065 jiwa / peserta. (‘Kemenkes’, 2013)

Terkait dengan hal tersebut, dalam pelaksanaannya BPJS Kesehatan memiliki beragam permasalahan. Karena jumlah penduduk yang terbilang “massive” , maka hal tersebut mengurangi efektifitas dari pemerataan BPJS, khususnya bagi penduduk di wilayah terpencil Indonesia. Terlebih lagi, tingginya angka buta aksara yang berakibat pada rendahnya kualitas pendidikan masyarakat yang menjadi suatu problematika besar yang menjadi kendala program ini berjalan dengan baik. Dalam mencapai tujuan yang besar, disitu terselip tantangan yang besar pula. Maka dari itu, kita sebagai masyarakat Indonesia yang berpendidikan, seharusnya mendukung program ini agar terwujudnya Indonesia yang lebih baik.

Daftar Referensi

Rumengan, D. S. S., Umboh, J. M. L. and Kandou, G. D. (2015) ‘Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Peserta BPJS Kesehatan di Puskesmas Paniki Bawah Kecamatan Mapanget Kota Manado’, Jikmu, 5(1), pp. 88–100

Syaputra, Agus Diman (2015) ‘Bpjs’, (Hubungan Mutu Pelayanan BPJS Dengan Kepuasan Pasien Di Instalasi Rawat Inap Kelas II RSUD Sekayu Tahun 2015).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *